Tungku Sampah Non Polutan

Pengolah sampah ramah lingkungan; tanpa bahan bakar, tanpa asap

Tungku Sampah Non Polutan adalah inovasi baru dalam dunia perlimbahan.  Di mana alat ini tidak menggunakan bahan bakar sama sekali.

Untuk meningkatkan kinerja tungku ini, dilengkapi juga dengan reaktor air.  Yang bisa merubah air menjadi gas hidrogen dengan pembakaran bertingkat untuk mengeringkan sampah agar mudah terbakar.  Proses ini akan menghasilkan pembakaran  sempurna, sehingga sisa pembakaran tidak menghasilkan gas beracun. Tungku Sampah Non Polutan menggunakan teknologi reduksi air dan destilasi air, sehingga tidak mengeluarkan asap beracun serta tidak membahayakan lingkungan sekitar. Lanjutkan membaca Tungku Sampah Non Polutan

Iklan

Pembakar Sampah Tanpa BBM & Ramah Lingkungan

Spesifikasi di bawah ini adalah model terbaru kami yang merupakan pengembangan dari spesifikasi sebelumnya. Keunggulan dari generasi alat pembakar sampah ramah lingkungan terbaru ini, selain tanpa menggunakan bahan bakar minyak (BBM), adalah menggunakan dual proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan ter (limbah cair), dan asap pembakarannya yang lebih sempurna.

Dimensi Reaktor  PxLxT
400mmx400mmx1200mm 120jt
600mmx600mmx1800mm 250jt
800mmx800mmx2400mm 370jt
1000mmx1000mmx3000mm 520jt
1200mmx1200mmx3600mm 640jt
1400mmx1400mmx4200mm 780jt

Spesifikasi

Dimensi luar tungku +100mm s/d 200mm
Kapasitas bakar untuk setiap pembakaran Menggunakan rumus PxLxT : 3 : 2
Jenis Pengolah Asap Reduksi & Destilasi
Cerobong Stailess Steel SS.Grade310 Dia.4″S/D 8″
Bahan Lapisan Ruang Reaktor  SS.310 Atau Baja Carbon #6mm S/18mm
Bahan (Cassing)  Stainless Steel SS.Grade 304 #2mm S/D6mm
Bahan Alat Turbulensi Asap  Stainless Steel Ss.Grade310
Bahan Bak Reduksi Air  Stainless Steel SS.Grade310
Pintu Masuk Sampah/Plastik  SS.310 Atau Baja Carbon #18mm S/D 22mm
Pintu Keluar Abu (Buttom Ash)  SS.310 Atau  Baja Carbon #18mm S/D 22mm
Kondensor  Stainless Steel SS.Grade 310 Diameter 380mm S/D 600mm

Harga tersebut di atas adalah franko Bandung. Ongkos biaya kirim sangat tergantung dengan tariff yang dikenakan oleh jasa kurir ekspedisi yang pembeli pilih.

Spesifikasi di atas adalah untuk konfigurasi standar. Tapi kami bisa menyesuaikan desain dan spesifikasi berdasarkan budget dan kebutuhan.

 

 

Bahaya dan dampak yang ditimbulkan

Teknologi incinerator merupakan teknologi yang mengkorvensi materi padat atau sampah menjadi gas dan residu yang lebih kecil volumenya. Pembakaran sampah dengan menggunakan incinerator adalah cara yang paling mudah dan cepat untuk memusnahkan sampah. Namun penggunaan teknologi incinerator terbukti gagal menyelesaikan permasalahan sampah.

Bahaya dan dampak dari incinerator konvensional

Kelemahan dan kerugian dari teknologi incinerator adalah tingginya biaya investasi dan operasional yang mahal, serta dapat menimbulkan berbagai problem polusi (udara dan tanah).

Beberapa kerugian pembakaran sampah dengan incinerator yaitu adanya residu dan gas polutan yang dilepaskan. Senyawa dioxin adalah polutan yang paling berbahaya dari proses pembakaran. Senyawa dioxin menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, diantaranya kanker, terganggunya sistem kekebalan tubuh, merusak sistim reproduksi dan hormonal, serta gangguan pertumbuhan. Dioxin akan terakumulasi di dalam tubuh melalui rantai makanan dari pemangsa ke predator. Dioxin harus mendapatkan perhatian yang sangat khusus, karena dapat mudah ditemukan di dalam alam pada tingkatan yang sudah mengkhawatirkan akan menyebabkan gangguan terhadap kelangsungan makhluk hidup.  Disamping itu incinerator merupakan dapat mengakibatkan pencemaran Merkuri pada tanah. Logam berat merkuri merupakan racun yang sangat kuat, mengganggu sistem pergerakan, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran. Selain itu, incinerator juga merupakan sumber utama polutan-polutan logam berat, seperti timah (Pb), kadmium (Cd), arsen (As) dan kromium (Cr).

Selain menghasilkan beragam residu yang berbahaya, incinerator juga merupakan teknologi yang sangat mahal dan rumit. Dibutuhkan skill yang tinggi untuk mengoperasikannya, belum lagi biaya perawatan dan operasional bahan bakar yang sangat mahal.

Di berbagai negara telah terjadi penolakan besar-besaran terhadap penggunaan incinerator. Pada tahun 1980-an, di Amerika Serikat, akibat dampak dari krisis landfill, maka mendorong pembangunan incinerator secara besar-besaran. Tetapi pengaplikasian incinerator kemudian mendapat penolakan karena para aktivis lingkungan menuntut standar emisi yang lebih ketat. Sehingga akhirnya pemerintahan Amerika menutup industri insinerasi pada akhir tahun 1990-an.

Di Jepang sebagai negara yang paling gencar mengaplikasikan incinerator juga mendapat penolakan dari ratusan kelompok anti-dioxin secara nasional. Tekanan publik telah membuat lebih dari 500 incinerator ditutup pada beberapa tahun terakhir ini.

Data lain yang dijadikan pertimbangan penggunaan incinerator secara ketat adalah:

1. Sudah 15 negara telah memuat pelarangan penggunaan incinerator.
2. Konvensi internasional telah memuat problematika incinerator. 3 prinsip dalam konvensi internasional, yaitu kehati-hatian dini (precaution), pencegahan (prevention) dan pembatasan efek-efek antar kawasan menjadi alasan dilarangnya incinerator
3. Konvensi Bamako dengan tegas menjelaskan bahwa incineratormerupakan pilihan yang tidak sesuai dengan praktek  pencegahan dan Produksi Bersih.
4. Konvensi London, OSPAR juga memberlakukan larangan atas penggunaan incineratordi laut dan di perairan domestik.
5. Konvensi Stockholm, meski tidak mencantumkan pelarangan terhadap penggunaan incinerator namun membatasi dalam penggunaannya. Empat dari 12 senyawa kimia yang tercantum dalam Konvensi Stockholm merupakan produk sampingan incinerator, dan Konvensi menyerukan untuk pengurangan dan penghapusannya.

Pengolah sampah medis, dan warga